The man of Zhao wore unadorned robes and a simple tassel,
his scimitar was bright as frost and snow.
The silver saddle illuminated the white horse,
its wild galloping was like a shooting star.
To kill one man within ten steps,
and not leave a trace within a thousand miles.
To leave with a flick of one's robes after the deed is done,
to deeply hide one's body and name.
To drink with the great Lord of Xinling,
to draw one's sword and raise it high.
To share one's roasted meat with Zhu Hai,
to hold the wine vessel urging Hou Ying to drink.
After three cups a vow will be taken,
and even if the Five Sacred Mountains will crumble it cannot be unmade.
When the eyes blur and the ears go warm,
the heroic spirit will appear like a rainbow.
To save the Zhao Kingdom wielding a golden warhammer,
and the city of Handan will first tremble.
The two brave warriors of a thousand epochs,
their might grace the City of Daliang.
Even in death their bones remain fragrant,
and do not shame the heroes of the realm.
Who can remain under the roof of one's study hall,
and read the Book of Great Mystery until one's hair grows white?"
Sunday, February 24, 2008
Tuesday, December 11, 2007
Benarkah Indonesia adalah benua Atlantis yang hilang?
MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?
Plato (427 - 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.
Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato's Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.
Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.
Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.
Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh. Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.
Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil it berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.
Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, "Amicus Plato, sed magis amica veritas." Artinya,"Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran."
Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.
Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.
Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaula internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.
Penulis : Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D. (Direktur Kehormatan International Institute of Space Law (IISL), Paris-Prancis)
Plato (427 - 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.
Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato's Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.
Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.
Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.
Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh. Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.
Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil it berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.
Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, "Amicus Plato, sed magis amica veritas." Artinya,"Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran."
Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.
Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.
Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaula internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.
Penulis : Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D. (Direktur Kehormatan International Institute of Space Law (IISL), Paris-Prancis)
Monday, November 19, 2007
Once Upon A Time -Return-
BACK IN TIME*
Orang tidak dapat menyebrangi jalan raya, berbincang-bincang dengan seorang teman, memasuki suatu gedung, melihat suatu lorong tua tanpa bersesuaian dengan instrumen waktu. Waktu terlihat di semua tempat, menara jam, jam tangan, membagi tahun ke dalam bulan, dan bulan ke dalam hari, hari ke dalam jam, jam ke dalam detik. Pertambahan waktu berbaris rapih, yang lain datang setelah yang satu beranjak. Dan melebevihi jam yang manapun, ada satu waktu raksasa yang membentang di alam semesta, menetapkan hukum yang sama bagi semuanya. Di dunia ini, satu detik adalah satu detik. Waktu melaju dengan keteraturan yang rancak, dengan kecepatan yang sangat tepat, pada setiap sudut ruang. waktu adalah penguasa tanpa batas. waktu adalah kemutlakan.
Orang-orang yang religius memandang waktu sebagai bukti adanya Tuhan. Tak ada yang tercipta sempurna tanpa adanya sang pencipta. Tak ada yang universal yang tidak bersifat ketuhanan. Semua yang mutlak adalah bagian dari yang maha mutlak. Dimana ada kemutlakan disitulah waktu berada. Karena itulah para filsuf menepatkan waktu sebagai pusat keyakinan mereka. Waktu adalah pedoman untuk menilai semua tindakan. Waktu adalah kejernihan untuk melihat salah atau benar.
Dunia dimana waktu adalah mutlak adalah dunia yang menghibur. sementara gerak orang-orang tak terkirakan, gerak waktu terkirakan. Ketika orang diragukan, waktu adalah kepastian. Saat orang mengerem, waktu meloncat tanpa menengok lagi kebelakang. Di kedai-kedai kopi, di gedung-gedung pemerintahan, orang-orang menatap jam tangan mereka dan meminta perlindungan pada waktu, setiap orang tahu ada catatan saat dia dilahirkan, saat mengayunkan langkah pertama, saat nafsu pertama menyengat, saat ia mengucapkan salam perpisahan pada dunia.
* judul tidak berkaitan dengan isi, judul ini hanya menegaskan akan suatu eksistensi yang sudah lama tidak bersua
Orang tidak dapat menyebrangi jalan raya, berbincang-bincang dengan seorang teman, memasuki suatu gedung, melihat suatu lorong tua tanpa bersesuaian dengan instrumen waktu. Waktu terlihat di semua tempat, menara jam, jam tangan, membagi tahun ke dalam bulan, dan bulan ke dalam hari, hari ke dalam jam, jam ke dalam detik. Pertambahan waktu berbaris rapih, yang lain datang setelah yang satu beranjak. Dan melebevihi jam yang manapun, ada satu waktu raksasa yang membentang di alam semesta, menetapkan hukum yang sama bagi semuanya. Di dunia ini, satu detik adalah satu detik. Waktu melaju dengan keteraturan yang rancak, dengan kecepatan yang sangat tepat, pada setiap sudut ruang. waktu adalah penguasa tanpa batas. waktu adalah kemutlakan.
Orang-orang yang religius memandang waktu sebagai bukti adanya Tuhan. Tak ada yang tercipta sempurna tanpa adanya sang pencipta. Tak ada yang universal yang tidak bersifat ketuhanan. Semua yang mutlak adalah bagian dari yang maha mutlak. Dimana ada kemutlakan disitulah waktu berada. Karena itulah para filsuf menepatkan waktu sebagai pusat keyakinan mereka. Waktu adalah pedoman untuk menilai semua tindakan. Waktu adalah kejernihan untuk melihat salah atau benar.
Dunia dimana waktu adalah mutlak adalah dunia yang menghibur. sementara gerak orang-orang tak terkirakan, gerak waktu terkirakan. Ketika orang diragukan, waktu adalah kepastian. Saat orang mengerem, waktu meloncat tanpa menengok lagi kebelakang. Di kedai-kedai kopi, di gedung-gedung pemerintahan, orang-orang menatap jam tangan mereka dan meminta perlindungan pada waktu, setiap orang tahu ada catatan saat dia dilahirkan, saat mengayunkan langkah pertama, saat nafsu pertama menyengat, saat ia mengucapkan salam perpisahan pada dunia.
* judul tidak berkaitan dengan isi, judul ini hanya menegaskan akan suatu eksistensi yang sudah lama tidak bersua
Wednesday, November 7, 2007
Puisi Karyawan Stress
pagi ini g dpt puisi mantaphhhhhhhhh dari ym yang katanya di blok di kantor g itu lohhh...
Akulah karyawan paling rajin di dunia,
Berani berkorban nggak pernah ngedongkol,
Meski hati merana tapi tetap berdedikasi ,
Meski hari menjelang sore gini aku tetap masih dikantor ,
Akulah karyawan paling pantes dapet promosi,
Selalu paling depan ngisi daftar absensi ,
Di antara rekan akulah yang paling rajin ,
Temen yang nggak masuk pun aku absenin
Tahun pertama ngantor masih tinggal di kost,
Tahun ketujuh ngantor udah pindah tempat kost,
Tahun pertama pergi-pulang nebeng tukang pos,
Di saat krismon pergi-pulang nebeng boss,
Akulah karyawan yang paling setia,
Sedari peletakan batu pertama kantor, aku jadi kulinya,
Sampai kantor punya jaringan komputer, aku jadi net-admin-nya,
Sampai kantor diledakin , aku jadi otaknya... !!
Ha..ha..ha.. !!!
Wednesday, September 19, 2007
Dari Detik hingga TCP/IP

Kulihat 3 telah lewat
Entah kapan 12 akan sampai
Detik-detik waktu melaju cepat
Alunan ini menggaung lunglai
Lembaran di dinding berganti
Dari 1 hingga 19, tanpa jeda, tanpa akhir
Akankah esok tiba dan menghiasi hari
Entah apa yang akan terukir
Tuts-tuts keyboard bertebaran
Larik-larik alphabet mengalun
Menebar simphoni kehidupan
Membentuk untaian para kutu LAN
Menguak berbagai layer hidup
Demi kehidupan filsafat TCP/IP
Meng-arsetik-i rutinitas para kapitalis
Membangkitkan sendi-sendi sosialis
Friday, August 24, 2007
iseng2 liat blog2 tmn trus nemu ini, trus coba test deh...kebetulan lagi masa2 males nulis, lagi in-blue kata org... bahkan terlihat koq di status ym g... so bored...so lonely...damn busy...
yak...intinya inilah hasil testnya... bagaimana dgn anda?
source:http://world.doubutsu-uranai.com/
yak...intinya inilah hasil testnya... bagaimana dgn anda?
Andy Tenario
20/08/1985
Silver Pegasus person tend to be honest and your mind runs on a single truck.
Therefore, you tend to be little bit obstinate and hard minded.
You try to make your own way no matter what.
Nevertheless you can be kind and be sympathetic towards people, and tends to take care of them.
Your personality is that you tend to act rashly and can not stay still.
You are a responsible person and once you take up something, you will follow through to the end.
Your persevering character is recognized as a person who can be relied on, and many people have trust in you.
You do not possess good bargaining tactics.
However this weakness is one of your attractive sides.
Although you lack the fanciness to stand on the center stage, you can put hard effort.
Because you tend to follow your ideals, you may get in a lost when your conviction and beliefs are weak.
Sometimes you may feel failure even after putting in great effort.
You are full of adaptability, adjustability and taking action.
You will be successful by using these merits well.
You are a strong person and can overcome adverse circumstance without feeling gloomy.
You tend to be an idealist, and you can carry on expressing your self on something you feel strong about.
If you can get on a job that you wouldn't get bored, you will express great talent.
source:http://world.doubutsu-uranai.com/
Wednesday, August 8, 2007
Malu Melewati Semi Kenangan

Bulan sabit kemuning
Tersenyum malu sambil mengembang
Angin utara kembali berhembus
Kenangan lama yang tak pernah pupus
Daun pohon liu berguguran
Melayang melewati sungai ke selatan
Membawa alunan sitar pergi menjauh
Melanglang-buana ke negri ungu
Daun sudah gugur, salju pun belum turun
Menanti semi tiba, dan bunga bermekaran
Dengan secarik teh, melepas jubah naga
Berharap mengupas selaput jenuh menggelora
Senandung daun gugur bernyanyi
Membisikkan kenangan dan indahnya mimpi
Menunggu kabut pagi yang tebal
Pergi menjauh menyisakan harapan yang kekal
Subscribe to:
Posts (Atom)






