The man of Zhao wore unadorned robes and a simple tassel,
his scimitar was bright as frost and snow.
The silver saddle illuminated the white horse,
its wild galloping was like a shooting star.
To kill one man within ten steps,
and not leave a trace within a thousand miles.
To leave with a flick of one's robes after the deed is done,
to deeply hide one's body and name.
To drink with the great Lord of Xinling,
to draw one's sword and raise it high.
To share one's roasted meat with Zhu Hai,
to hold the wine vessel urging Hou Ying to drink.
After three cups a vow will be taken,
and even if the Five Sacred Mountains will crumble it cannot be unmade.
When the eyes blur and the ears go warm,
the heroic spirit will appear like a rainbow.
To save the Zhao Kingdom wielding a golden warhammer,
and the city of Handan will first tremble.
The two brave warriors of a thousand epochs,
their might grace the City of Daliang.
Even in death their bones remain fragrant,
and do not shame the heroes of the realm.
Who can remain under the roof of one's study hall,
and read the Book of Great Mystery until one's hair grows white?"
Ode to Gallantry "The Black Steel Symbol"
1 comments
Categories:
poems
Share this post - Email This
i
Puisi Karyawan Stress
pagi ini g dpt puisi mantaphhhhhhhhh dari ym yang katanya di blok di kantor g itu lohhh...
Akulah karyawan paling rajin di dunia,
Berani berkorban nggak pernah ngedongkol,
Meski hati merana tapi tetap berdedikasi ,
Meski hari menjelang sore gini aku tetap masih dikantor ,
Akulah karyawan paling pantes dapet promosi,
Selalu paling depan ngisi daftar absensi ,
Di antara rekan akulah yang paling rajin ,
Temen yang nggak masuk pun aku absenin
Tahun pertama ngantor masih tinggal di kost,
Tahun ketujuh ngantor udah pindah tempat kost,
Tahun pertama pergi-pulang nebeng tukang pos,
Di saat krismon pergi-pulang nebeng boss,
Akulah karyawan yang paling setia,
Sedari peletakan batu pertama kantor, aku jadi kulinya,
Sampai kantor punya jaringan komputer, aku jadi net-admin-nya,
Sampai kantor diledakin , aku jadi otaknya... !!
Ha..ha..ha.. !!!
2
comments
Categories:
iseng-iseng ga berhadiah,
poems
Share this post - Email This
i
Dari Detik hingga TCP/IP

Kulihat 3 telah lewat
Entah kapan 12 akan sampai
Detik-detik waktu melaju cepat
Alunan ini menggaung lunglai
Lembaran di dinding berganti
Dari 1 hingga 19, tanpa jeda, tanpa akhir
Akankah esok tiba dan menghiasi hari
Entah apa yang akan terukir
Tuts-tuts keyboard bertebaran
Larik-larik alphabet mengalun
Menebar simphoni kehidupan
Membentuk untaian para kutu LAN
Menguak berbagai layer hidup
Demi kehidupan filsafat TCP/IP
Meng-arsetik-i rutinitas para kapitalis
Membangkitkan sendi-sendi sosialis
0
comments
Categories:
poems
Share this post - Email This
i
Malu Melewati Semi Kenangan
Bulan sabit kemuning
Tersenyum malu sambil mengembang
Angin utara kembali berhembus
Kenangan lama yang tak pernah pupus
Daun pohon liu berguguran
Melayang melewati sungai ke selatan
Membawa alunan sitar pergi menjauh
Melanglang-buana ke negri ungu
Daun sudah gugur, salju pun belum turun
Menanti semi tiba, dan bunga bermekaran
Dengan secarik teh, melepas jubah naga
Berharap mengupas selaput jenuh menggelora
Senandung daun gugur bernyanyi
Membisikkan kenangan dan indahnya mimpi
Menunggu kabut pagi yang tebal
Pergi menjauh menyisakan harapan yang kekal
2
comments
Categories:
poems
Share this post - Email This
i
Ketika Aku Mimpi
Ketika ku bangun hal itu, keringat membasahi ku
Ketika ku selesaikan hal itu, senyum bangga ku terkembang
Ketika hal itu meraih pujian, ku puaskan ego ku
Ketika hal itu berlalu, ku harap benih dapat berbuah
Ketika itu tidak lagi ada di gengaman ku, aku khawatir
Ketika itu menuju kehancuran, ingin ku untuk kembali
ketika menuju kehancuran, ku belajar optimis
ketika menuju kehancuran, ku gantungkan keajaiban pada benih ku
ketika kehancuran di mata, ku pekikan derita ku
ketika kehancuran melanda, ku hanya dapat menutup mata ku,
berharap bahwa ini semua hanya mimpi
***
tangan-tangan ini tak lagi dapat menggapai...
batas-batas dinding waktu dan usia membatukan diri ku
membukakan jendela lain dalam hidupku
bagaikan lembaran baru pada buku harian
hidup ku bukan milik masa lalu...
tapi diri ku tak rela
bila masa lalu ku mulai kabur oleh bukan diriku
sungguh tak rela...
ingin ku kembali untuk membangun mimpi itu
merapihkan kepingan-kepingan hidup
dan memigura kepingan-kepingan indah
yang akan selalu ku kenang dan kubanggakan
DayDreamer-Andy
untuk team *** H*M*I 2007
4
comments
Categories:
poems
Share this post - Email This
i
Love by Few, Hate by Many, Respect by All
Prima parte.
I sat there with anticipation,
My hands gripping the wheel,
They knew I was coming,
To make a great steal.
A pistol in my belt,
And my boys around me,
I pushed down my foot,
And smiled with glee;
The engine roared,
The backseat clicked with Tommies.
It would not be long,
Before those bastards prayed for their mommies…
The grill of the car,
Pushed aside much,
A make-shift barricade,
And a few guys got smooshed.
I pulled up to the gate,
And I opened my door,
Me and five men got out,
But they had much more.
Gangsters to the left,
Gangsters to the right,
I could see well,
That it’'d be a great fight.
Seconda parte.
I took cover and loaded
My shotgun with care,
Three of them came
Through the garden with flair.
I gripped the wood stock,
The metal barrel did shine,
Little did they know,
Their lives would soon be mine.
Pulled the trigger once.
Pulled the trigger twice.
The remaining enemies
Scattered like mice.
Several minutes gone by,
Many bodies lay still,
I’m out of fresh shells,
Sadly Big Mike had had his last kill.
He lay there bleeding,
Not a single breath,
I yelled to the heavens,
“Why didn’t you take Seth?”
Seth got all pissed and ditched us,
But I did not care,
Me, Sal, and Petey,
Took a gasp of fresh air.
We stormed through the door,
Killing all things in sight,
I love my dear pistol,
As it slayed with great might.
I made for the basement,
And reached in my coat,
Couldn’t believe it,
I felt like a goat.
“I have forgotten the dynamite.”
Yelling through the door,
I knew tomorrow night,
I’d have to come back for more.
Finale parte.
We exited the compound,
Our sedan ablaze,
I looked for a new one,
A very mere gaze,
I spotted a truck,
Hearty and blue,
A Chevy, no a Ford,
What’s it to you?
At that moment I heard them,
Their siren’s wail,
Here is the escape,
I hope we do not fail.
One cop, two cop…
Three cop, FOUR!
Five cop, six cop…
Seven cop, MORE!
I took a left,
Raced down 11 blocks,
All of these cars,
So we threw down our Glocks;
Picked up more powerful guns,
A left turn, a right turn,
Three blocks to go-
When will they learn…
Four coppers left,
But three hit-squads in tail,
A Molotov present:
Look at them flail!
Down to the last,
Five men and two cars,
All the cops gone,
These chumps will be ours.
Smashed one into a post,
Shot up the other,
Made it to the safe house,
High-fiving each other.
3
comments
Categories:
poems
Share this post - Email This
i
Ini Rindu dan Ini Juga Bukan Puisi
altroz wrote:
Ini Rindu, Bukan Puisi
Saat kita terbaring sendiri di atas ketenangan
Berada jauh dari istana kita
Tertekur diantara pahitnya malam
Lelah tak dapat lagi bergerak badan ini
Kita berdua di perbatasan kata selamat tinggal
Kemanakah suara burung berkicau yang biasa kita dengar ?
Kemanakah pagi yang biasa menanti di ujung jalan waktu?
Kenapa semuanya serasa diam membisu ?
Menjadi sepia bersama tirai yang menjauh
Coba ingat kembali detik detik yang kita buang sia sia tak bermakna
Ingat kembali rasa nikmat secangkir teh hangat di pagi itu
Ingatkah saat kita selalu katakan kata sampai jumpa?
Ingatkah saat saat kita masih bisa bergandengan tangan?
Biarlah jarum jam berputar mundur dalam benak angan
Dan bangunlah dari mimpi kelabu yang menghantui bayangmu
Lihatlah setitik putih yang kau abaikan itu
Sadarkah bahwa semuanya sudah berlalu...?
Namun suatu hari nanti kita bisa mengulanginya sekali lagi
Hanya untuk satu kali saja
Dan bila saat itu tiba
Tolong... jangan kau lepaskan aku lagi....
Encore:
Seandainya saja kau lihat rindu di atas telapak cintaku
Ia tak pernah berhenti berpijar
Lilin hati yang lirih bernyanyi
Menemani bintang dari bersinar di kejauhan
Gentle_Vast answer:
Ini Juga Bukan Puisi
hari ini kita pandangi langit
awan-awan berarak-arak ke utara
matahari mulai berwarnah merah
cahayanya mulai tertelan rimbunan beton
kuletakan cangkir teh ku
sejenak tergiang aroma teh yang telah habis
menggiurkan...
perlahan aku larut ke dalam angan ku
tetes demi tetes rasa teh itu kunikmati
tapi rasa yang ada tidak pernah berulang
lidah ku masih kering seperti sebelumnya
cangkir yang ada juga telah kosong
ah... ini hanya mimpi...
tapi hati ini tidak pernah pergi
kenikmatan itu masih sangat terasa...
detik-detik itu surga ku
tapi semua sudah berlalu
merahnya matahari tidak pernah sama lagi
aroma khas teh, juga tak pernah sama lagi
pertarungan jarum panjang dan pendek juga berbeda
detik itu sudah berlalu
nafas masih terus mengalun
deburan ombak tidak pernah berhenti
hidup ini mesti berjalan
ku catat lembaran cita rasa ini
lalu ku hirup nafas secara mendalam
kuhembuskan udara secara perlahan
Oh... hidup ini harus berjalan...
Ini awal perjalanan
ini bukan akhir segalanya
hidup harus berjalan
dan hidup bukan puisi...
1 comments
Categories:
poems
Share this post - Email This
i
Nyanyian nasional komisi 3 HIMTI BINUS
Sahabat Sejati - Sheila on 7
dinyanyikan dan diresmikan keabsahannya tertanda sejak dikumandangkan pertama kali oleh Yang mulia FW'04 dan AS'03 pada tanggal 9 Juni di Nav Family Karaoke
Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku
Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi
Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah… lelah dan tak bersinar
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
Bila ku ingin terbang… terbang meninggalkanmu
Ku s’lalu membanggakanmu, kaupun s’lalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama, kita duakan segalanya
Merdeka kita, kita merdeka
Tak pernah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan
Akhir perjalanan ini
Silahkan di resapi, pesan yang tersirat di dalamnya..
Demikianlah, saya mewakili 2003 komisi ini mengucapkan maaf yang sebesar2nya atas segala cacian, makian, bully-an, dan komentar2 pedas yang pernah terucap sampai saat ini. Tak lain semua itu hanyalah cara kami menyampaikan bahwa kami sangat
0
comments
Categories:
poems
Share this post - Email This
i
Ode To The Gallantry
The Knight Journey "xia ke xing"
Bertamu ke negri Zhao dengan topi berantakan,
Lengkung goloknya mengkilap laksana salju,
Menunggang kuda putih berpelana perak,
Berderap cepat bagai bintang jatuh,
Tiap sepuluh langkah membunuh satu orang,
Berkuda ribuan li tanpa henti.
Setelah tugas selesai ia kibaskan lengan bajunya,
Dirahasiakannya diri dan namanya,
Di saat luang meneguk arak bersama Xin Ling Jun,
Pedang ditanggalkan, lutut diluruskan.
Membujuk Zhu Hai dengan perjamuan,
Keras upaya menasihati Hau Ying,
Mengutarakan janji dengan sulangan 3 cawan arak,
Mempertahankan kedaulatan negrinya.
Setelah mata berkunang kuping pun panas,
Semangat membara,
Menyelamatkan negri Zhao dari kepungan pasukan Qin,
Dengan serangan yang menggetarkan,
Selama beribu musim semi kedua pahlawan ini,
Masih tetap menggemparkan Da Liang.
Li bai / Li po
2
comments
Categories:
poems
Share this post - Email This
i
20th Century Boys
CHAPTER 6
STAND! BECAUSE I'M STANDING JOE!!
Even 50 years after
Will you still be doing things just like this?
I'm still talking about them, you know.
Things that happened 5 years ago,10 years ago
I only want to laugh.
It's fine if i'm forced to laugh
Even The demons will laugh
If you talk about next year.
Night spreads out over the earth.
And right now i'm hurrying along the road home.
Is the croquette from the butcher
that i've come to grow fond of
still waiting there for me
with the same flavor it's always had?
I wonder how long this eternity
that i've been dragging myself home.
The smell of curry waffs at me
from somewhere as the day fades away
2
comments
Categories:
iseng-iseng ga berhadiah,
poems
Share this post - Email This
i
Curse Of Golden Flower Theme
lyricsnya bagus... diantara banyak lagu jay chou... yang satu ini mau ga mau g mesti acungin jempol... berkualitas,...
-------------------------------------------------------------
菊花台 | Ju Hua Tai | Chrysanthemum Flower Bed by Jay Chou
Soundtrack of Curse of the Golden Flower
曲:周杰倫
Qu : Zhou Jie Lun
Music: Jay Chou
詞:方文山
Ci: Fang Wen Shan
Lyrics: Vincent Fang
Translation: Ling - www.jay-chou.net
Verse 1:
妳 的淚光 柔弱中帶傷
ni de lei guang rou ruan zhong dai shang
Your tears glistens with weakness admist the pain
慘白的月彎彎 勾住過往
can bai de yue wan wan gou zhu guo wang
The ghostly white curved moon hooks onto the past
夜 太漫長 凝結成了霜
ye tai man chang ning jie cheng le shuang
The night is too long and has crystallised into frost
是誰在閣樓上 冰冷的絕望
shi shui zai ge lou shang bing leng de jue wang
Who is in the attic [filled with] cold hopelessness
雨 輕輕彈 朱紅色的窗
yu qing qing tan zhu hong se de chuang
Rain gently bounces off vermillon window
我一生在紙上 被風吹亂
wo yi sheng zai zhi shang bei feng chui luan
I have [written] my life story on paper [only to be] blown into a mess by the winds
夢 在遠方 化成一縷香
meng zai yuan fang hua cheng yi lu xiang
The faraway dream has become really faint
隨風飄散 妳的模樣
sui feng piao shan ni de mo yang
The wind has dispersed the image of you
Chorus:
菊花殘 滿地傷 妳的笑容已泛黃
ju hua chan man di shang ni de xiao rong yi fan huang
Chrysanthemum destroyed, a whole floor of pain your smile has become faintly yellow
花落人斷腸 我心事靜靜躺
hua luo ren duan chang wo xin shi jin jin tang
People are heartbroken when the flower falls, my thoughts lay quietly [aside]
北風亂 夜未央 妳的影子剪不斷
bei feng luan ye wei yang ni de ying zi jian bu duan
The north wind is chaotic the night is still young your shadows can’t be cut
徒留我孤單 在湖面 成雙*
tu liu wo gu dan zai hu mian cheng shuang
Just leaving me lonely doubled [when I stand] by the lake
Verse 2:
花 已向晚 飄落了燦爛
hua yi xiang wan piao luo le can lan
The flower has already come late, drifting down brillantly
凋謝的世道上 命運不堪
diao xie de shi dao shang ming yun bu kan
The wilted morals an unbearable fate
愁 莫渡江 秋心拆兩半
chou muo du jiang qiu xin chai liang ban
[If you are] sad don’t cross the river worries* broken into two
*this literally means splitting the top and bottom of the word “chou” apart into two words “qiu” and “xin”
怕妳上不了岸 一輩子搖晃
pa ni shang bu liao an yi bei zi yao huang
In fear that you can’t get back on shore and will sway for a lifetime
誰 的江山 馬蹄聲狂亂
shui de jiang shan ma ti sheng guang luan
Chaotic sounds of horse hoofs [in] whose territory?
我一身的戎裝 呼嘯滄桑
wo yi shen de wu zhuang hu xiao cang sang
My armory shouts out the wear of time
天 微微亮 妳輕聲的嘆
tian wei wei liang ni qing sheng de tan
The sky is starting to light up your voice is sighing
一夜惆悵 如此委婉
yi ye chou chang ru ci wei wan
A night of disappointment is [said] in such a roundabout way
Repeat Chorus
0
comments
Categories:
poems
Share this post - Email This
i
A place of dreams and illusions that colour life and death.
menjulang di tengah awan
berlari menwlusuri waktu yang berlalu
hingga kembali ke dalam ruang dan waktu
dimana meringkuk dalam ketentraman dibalik derita
serpihan daging yang jatuh
dan darah yang tercecer
mengingatkan diri ku akan derita
yang tak pernah pupus dalam
terjangan ombak samudara
menangis dalam tawa
menelan darah masuk ke dalam kerongkongan
untuk dicerna, sekedar penghilang rasa dahaga
dahaga akan kebebasan
dahaga akan terjangan angin yang menyayat
entah apa yang terjadi
ku tak lagi peduli
entah apa yang kurasakan
ku tak lagi dapat merasakannya
siapakah aku...
dan kenapa aku ada disini...
dan jalan mana yang harus ku tempu...
... semua berakhir dengan tanda tanya ???
3
comments
Categories:
My Life,
poems
Share this post - Email This
i
Tian Long Ba Bu [天龙八部]
A garment of green walks openheartedly among precarious peaks
A cliff of jade reflects the magnificence of the moon
A swift horse, a secluded fragrance
A high precipice, a faraway man
A figure finely marked by delicate steps.
Without enumerating one's regrets, affection abounds
The tiger roars, the dragon bellows
The phoenix exchanges its nest with another fabulous bird
Swords of energy intersect intensely in bluish smoke.
Intoxicated from now on
In the water pavilion, the beauty directs the play of extraordinary men
Drinking a thousand cups is the affair of men
In the forest of apricots, the righteousness of a lifetime is outlined.
The intentions of the present
The gratitudes and grievances of the foreign man, exhaust the tears of the hero
Though men in thousands upon ten thousands head for me
Affection stands at the Gate of Wild Geese, without any other words on the precipice.
A pair of eyes shine as bright as the stars
An empty promise is made with the cows and goats of the northern lands
An old alliance is found beside the candle and amidst the hair
In the hazy mistiness, a journey is taken through the snow.
To sweep away bandits and battle armies with one's golden halberd
The grass and trees have a wretched existence, a skull is cast in iron
The legless creature of legend has a coagulating chill, a palm brings forth ice
To be scattered and sprinkled that outstanding men be bound
3
comments
Categories:
poems
Share this post - Email This
i

